Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 04 Oktober 2019

Prinsip Dasar Pembelajaran Jarak Jauh untuk Menunjang Kebutuhan Dunia Kerja




Pembelajaran jarak jauh seperti yang sering kita dengar ialah pembelajaran yang mengutamakan kemandirian. Guru dapat menyampaikan materi ajar kepada peserta didik tanpa harus bertatap muka langsung di dalam suatu ruangan yang sama. Pembelajaran semacam ini dapat dilakukan dalam waktu yang sama maupun tidak dengan memanfaatkan berbagai macam alat teknologi. Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus difokuskan pada kebutuhan instruksional peserta didik daripada teknologinya itu sendiri.
Selain itu, aspek-aspek lain dari pembawaan masing-masing peserta didik juga perlu diperhatikan seperti, umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, minat, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa atau tidaknya dengan metode pendidikan jarak jauh. Factor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri pendidik, pengalaman, mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interaksi dengan peserta didik.
Pada pembangunan system perlu diperhatikan tentang desain dan pengembangan system, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif.
1.       Desain dan pengembangan system. Proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik pendidik dan peserta didik, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan peserta didik selama dalam proses berjalan.
2.       Interactivity. Keberhasilan system pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dan lingkungan pendidikan, antara peserta didik dengan peserta didik lainnya.
3.       Active learning. Partisipasi aktif pendidikan jarak jauh memengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
4.    Visual imagery. Pembelajaran melalui televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun, jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penyeleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
5.       Komunikasi yang efektif. Desain instruksional dimulai dari harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang memounyai pandangan yang berbeda dengan peancang system. Dengan memahami keinginan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif. (Hamzah. 2007. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, hal. 35-36).
Pembelajaran jarak jauh memungkinkan para peserta mengambil kelas kapanpun dan dimanapun. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan pendidikan dan pelatihannya dengan tanggung jawab dan komitmen-komitmen lainnya, seperti keluarga dan pekerjaan. Ini juga memberi kesempatan kepada para peserta yang mungkin tidak dapat belajar karena keterbatasan waktu, jarak atau dana untuk ikut serta. prinsip-prinsip pendidikan jarak jauh, diantaranya adalah sebagai berikut :
A.    Prinsip Kemandirian
Prinsip ini diwujudkan dengan adanya kurikulum yang memungkinkan dapat dipelajari secara independent learning, pebelajar dihadapkan pada pilihan yang terbaik bagi dirinya sendiri, dari mulai pembentukan kelompok belajar, program pendidikan yang digunakan, pola belajar yang disukai, mengunakan sumber belajar yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Penyelesaian program yang ditentukan sendiri oleh pebelajar.Bahan-bahan pelajaran yang disediakan berupa paket-paket yang dapat dipilih oleh pebelajar, yang didukung oleh pembimbing atau tutorial dan ujian yang dirancang dengan pendekatan belajar tuntas.Pebelajar belajar dengan mandiri dengan sesedikit mungkin melakukan pertemuan dengan tutor yang bersangkutan.
B.   Prinsip Keluwesan
Prinsip ini diwujudkan dengan dimungkinkannya peserta didik untuk memulai, mencari sumber belajar, mengatur jadwal dan kegiatan belajar, mengikuti ujian dan mengakhiri pendidikannya di luar ketentuan waktu dan tahun ajaran.Dikatakan luwes, pebelajar dimungkinkan untuk berpindah dari pendidikan formal ke pendidikan non-formal atau sebaliknya dari pendidikan non-formal ke pendidikan formal.
C.    Prinsip Keterkinian
Prinsip ini diwujudkan dengan tersedianya program pembelajaran yang pada saat ini diperlukan (just-in-time).Hal ini berbeda dengan sistem pendidikan dan pelatihan konvensional yang program atau kurikulumnya termasuk buku-buku yang tersedia, dirancang untuk mengantisipasi keperluan masa mendatang (just-in-case).Kecepatan untuk memperoleh informasi yang baru merupakan suatu peluang untuk dapat bertahan dan berkembang dalam persaingan bebas.
D.   Prinsip Kesesuaian
Prinsip ini terwujud dengan tersedianya sumber belajar yang terkait langsung dengan kebutuhan pribadi maupun tuntutan lapangan kerja atau kemajuan masyarakat. Sumber belajar tersebut bobotnya harus setara dengan kompetensi yang diperlukan, tetapi disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipelajari sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain. Prinsip ini disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang pebelajar.
E.   Prinsip Mobilitas
Prinsip ini diwujudkan dengan adanya kesempatan bagi pebelajar untuk berpindah lokasi, jenis, jalur dan jenjang pendidikan yang setara setelah memenuhi kompetensi yang diperlukan.
F.   Prinsip Efisiensi
Prinsip ini diwujudkan dengan pendayagunaan berbagai macam sumber daya dan teknologi yang tersedia seoptimal mungkin. Pemberdayaan segala sumber disekeliling pebelajarakan membantu pebelajar untuk dapat menggunakan sumber tersebut sebanyak mungkin, sehingga pebelajar tidak merasa kerepotan mengenai sumber belajarnya.


Penyelarasan pembelajaran jarak jauh dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri harus menjadi perhatian khusus oleh pelaku DUDI dan Dunia Pendidikan. Hubungan yang harmonis antara dunia pendidikan dan DUDI (dunia usaha dan dunia industri), yang harus melakukan pendekatan melalui studi kasus dari beberapa masalah yang timbul dari masyarakat yang menjadi tolak ukur dalam menyelarasan pendidikan dan DUDI yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan informasi dari pihak Lembaga Pendidikan dan DUDI. Artinya, kualitas hasil pendidikan baik itu melalui pembelajaran jarak jauh akan mempengaruhi kualitas DUDI.
Dengan ini jelas DUDI tidak pantas hanya menunggu turunnya kualitas lulusan yang bermutu untuk menjadi SDM-nya, selain mendapatkan SDM yang berkualitas DUDI juga harus ada program-program pembinaan untuk masyarakat yang mau mengikuti program untuk bisa membantu meningkatkan kompetensi masyarakat dan mendukung karyawannya untuk bisa mengikuti program peningkatan Pendidikan Tinggi baik secara mandiri atau beasiswa.
Sudah saatnya bersatu, bekerjasama, saling membantu dan saling memperkuat sektor yang sudah baik untuk kemajuan bangsa, peranan sector pendidikan dalam mempersiapkan SDM tersebut tidak dapat diabaikan. Program pendidikan harus berorientasi pada kebutuhan pasar kerja. Demikian pula produk yang dihasilkan oleh dunia usaha merupakan konsumsi masyarakat luas. Dengan demikian pendidikan tinggi yang menghasilkan kompetensi akan memberi arti pada pencapaian tujuan pendidikan nasional.


6 komentar:

  1. Selamat malam...
    Izinkan menanggapi artikel yang Saudari tuliskan...
    Saya lebih tertarik pada penggunaan istilah 'DUDI' (Dunia Usaha dan Dunia Industri) pada akhir artikel.
    Dan saya sependapat bahwa kualitas output pada suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada pasar kerja. Semakin banyak SDM yang berkualitas maka tentunya persaingan semakin tinggi.
    Selanjutnya dalam sebuah organisasi/pelaku dunia kerja/usaha ataupun bisnis tentunya akan selalu berupaya mengembangkan kompetensi para pengelolanya, baik melalui pelatihan ataupun orientasi. Nah, penerapan PJJ ini sangat efektif dan efisien untuk lembaga-lembaga yang memiliki keterbatasan baik jarak ruang maupun waktu. Hal ini sesuai prinsip mobilitas, salah satu prinsip dari 6 prinsip yang disebutkan di atas.
    Untuk pekerja sendiri tentunya memiliki keterbatasan diantara harus menyelesaikan tugas pokok fungsi di lingkup kerja, kebutuhan untuk mengembangkan diri dan dilema harus meninggalkan keluarga atau alasan penting lainnya. Jadi saya rasa, PJJ ini akan sangat membantu pelaku usaha/bisnis/industri untuk mengupgrade pengetahuan, kompetensi dan kapabilitasnya.

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas tanggapan saudari. Tentunya harapan kita bersama kualitas dari SDM semakin baik dengan adanya PJJ dan berpengaruh baik terhadap DUDI..

      Hapus
  2. materi yang ini sangat membantu serta mudah di pahami, mengenai konsep prinsip kekinian bagaimana jika terdapat pengajar yang katakanlah terbilang senior tentu mereka tidak begitu memahami konsep kekinian ini.. bagaimanakah kita mengatasi hal itu... semoga dapat kita diskusikan bersama. terimaksih :-)

    BalasHapus
  3. Terima kasih, semoga menjadi pembelajaran dan panduan kita kedepan dalam dunia Usaha..

    BalasHapus
  4. Izin Menanggapi, bahwasannya prinsip pembelajaran jarak jauh dalam kaitannya dengan dunia kerja dan usaha dapat dikembangkan sesuai dengan skala prioritas dalam mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang ditemui dalam penerapan atau implementasinya dalam hal tuntutan dunia kerja sebagai upaya untuk penunjang peningkatan skill ataupun aspek lainnya, tentu saja prinsip-prinsip ini akan menjadi landasan bagi organisasi , lembaga, atau institusi tersebut dalam pencapaian visi , misi dan tujuan organisasi yang bersangkutan..Terima Kasih🙂🙏

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum..
    izin menanggapi.. Dalam tulisan diatas, e-learning dalam pemerintahan memang diperlukan agar pemerintah dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tetapi dalam prakteknya pemerintah belum memaksimalkan pelayanan publik yang berhubungan dengan e-learning. hal ini dapat berupa papan pengumuman, e-schedule, atau informasi daerah yang bisa diakses sampai ke pelosok daerah. seperti yang kita ketahui masyarakat sangat membutuhkan informasi tentang sistem tata pemerintahan agar roda pemerintahan lebih transparansi dan daerah lebih cepat maju dan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan msyarakat..
    terimakasih.. wassalam

    BalasHapus

Blog Asik

E-Learning sebagai media dalam dunia pendidikan dan Alternatif Pemanfaatan Pembelajaran Jarak Jauh

Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susa...