Pembelajaran jarak jauh seperti yang sering
kita dengar ialah pembelajaran yang mengutamakan kemandirian. Guru dapat
menyampaikan materi ajar kepada peserta didik tanpa harus bertatap muka
langsung di dalam suatu ruangan yang sama. Pembelajaran semacam ini dapat
dilakukan dalam waktu yang sama maupun tidak dengan memanfaatkan berbagai macam
alat teknologi. Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan
jarak jauh, namun program pendidikan harus difokuskan pada kebutuhan
instruksional peserta didik daripada teknologinya itu sendiri.
Selain itu, aspek-aspek lain dari pembawaan
masing-masing peserta didik juga perlu diperhatikan seperti, umur, kultur,
latar belakang sosioekonomi, minat, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa
atau tidaknya dengan metode pendidikan jarak jauh. Factor yang penting untuk
keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri
pendidik, pengalaman, mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat,
dan menjalin interaksi dengan peserta didik.
Pada pembangunan system perlu diperhatikan
tentang desain dan pengembangan system, interactivity, active learning, visual
imagery, dan komunikasi yang efektif.
1. Desain dan pengembangan system. Proses
pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh terdiri dari tahap
perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi
pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan,
kebutuhan, dan karakteristik pendidik dan peserta didik, tetapi juga kebutuhan
isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan
masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan peserta didik selama dalam
proses berjalan.
2. Interactivity. Keberhasilan system pendidikan
jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara pendidik dan
peserta didik, antara peserta didik dan lingkungan pendidikan, antara peserta
didik dengan peserta didik lainnya.
3. Active learning. Partisipasi aktif pendidikan
jarak jauh memengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang
akan dipelajari.
4. Visual imagery. Pembelajaran melalui televisi
dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun,
jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penyeleksian
antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana
yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang
bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi
berkualitas.
5. Komunikasi yang efektif. Desain instruksional
dimulai dari harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang
memounyai pandangan yang berbeda dengan peancang system. Dengan memahami
keinginan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif. (Hamzah.
2007. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, hal. 35-36).
Pembelajaran
jarak jauh memungkinkan para peserta mengambil kelas kapanpun dan dimanapun.
Hal ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan pendidikan dan pelatihannya
dengan tanggung jawab dan komitmen-komitmen lainnya, seperti keluarga dan
pekerjaan. Ini juga memberi kesempatan kepada para peserta yang mungkin tidak
dapat belajar karena keterbatasan waktu, jarak atau dana untuk ikut serta. prinsip-prinsip pendidikan jarak jauh,
diantaranya adalah sebagai berikut :
A. Prinsip
Kemandirian
Prinsip
ini diwujudkan dengan adanya kurikulum yang memungkinkan dapat dipelajari
secara independent learning, pebelajar dihadapkan pada pilihan
yang terbaik bagi dirinya sendiri, dari mulai pembentukan kelompok belajar,
program pendidikan yang digunakan, pola belajar yang disukai, mengunakan sumber
belajar yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Penyelesaian program yang
ditentukan sendiri oleh pebelajar.Bahan-bahan pelajaran yang disediakan berupa
paket-paket yang dapat dipilih oleh pebelajar, yang didukung oleh pembimbing
atau tutorial dan ujian yang dirancang dengan pendekatan belajar
tuntas.Pebelajar belajar dengan mandiri dengan sesedikit mungkin melakukan
pertemuan dengan tutor yang bersangkutan.
B. Prinsip Keluwesan
Prinsip
ini diwujudkan dengan dimungkinkannya peserta didik untuk memulai, mencari
sumber belajar, mengatur jadwal dan kegiatan belajar, mengikuti ujian dan
mengakhiri pendidikannya di luar ketentuan waktu dan tahun ajaran.Dikatakan
luwes, pebelajar dimungkinkan untuk berpindah dari pendidikan formal ke
pendidikan non-formal atau sebaliknya dari pendidikan non-formal ke pendidikan
formal.
C. Prinsip
Keterkinian
Prinsip
ini diwujudkan dengan tersedianya program pembelajaran yang pada saat ini
diperlukan (just-in-time).Hal ini berbeda dengan sistem pendidikan
dan pelatihan konvensional yang program atau kurikulumnya termasuk buku-buku
yang tersedia, dirancang untuk mengantisipasi keperluan masa mendatang (just-in-case).Kecepatan
untuk memperoleh informasi yang baru merupakan suatu peluang untuk dapat
bertahan dan berkembang dalam persaingan bebas.
D. Prinsip Kesesuaian
Prinsip
ini terwujud dengan tersedianya sumber belajar yang terkait langsung dengan
kebutuhan pribadi maupun tuntutan lapangan kerja atau kemajuan masyarakat.
Sumber belajar tersebut bobotnya harus setara dengan kompetensi yang
diperlukan, tetapi disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipelajari
sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain. Prinsip ini disesuaikan dengan
kebutuhan dan latar belakang pebelajar.
E. Prinsip Mobilitas
Prinsip
ini diwujudkan dengan adanya kesempatan bagi pebelajar untuk berpindah lokasi,
jenis, jalur dan jenjang pendidikan yang setara setelah memenuhi kompetensi
yang diperlukan.
F. Prinsip Efisiensi
Prinsip
ini diwujudkan dengan pendayagunaan berbagai macam sumber daya dan teknologi
yang tersedia seoptimal mungkin. Pemberdayaan segala sumber disekeliling
pebelajarakan membantu pebelajar untuk dapat menggunakan sumber tersebut
sebanyak mungkin, sehingga pebelajar tidak merasa kerepotan mengenai sumber
belajarnya.
Penyelarasan pembelajaran jarak jauh dengan
kebutuhan dunia usaha dan dunia industri harus menjadi perhatian khusus oleh
pelaku DUDI dan Dunia Pendidikan. Hubungan yang harmonis antara dunia
pendidikan dan DUDI (dunia usaha dan dunia industri), yang harus melakukan
pendekatan melalui studi kasus dari beberapa masalah yang timbul dari
masyarakat yang menjadi tolak ukur dalam menyelarasan pendidikan dan DUDI yang
disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan informasi dari pihak Lembaga
Pendidikan dan DUDI. Artinya, kualitas hasil pendidikan baik itu melalui
pembelajaran jarak jauh akan mempengaruhi kualitas DUDI.
Dengan ini jelas DUDI tidak pantas hanya
menunggu turunnya kualitas lulusan yang bermutu untuk menjadi SDM-nya, selain
mendapatkan SDM yang berkualitas DUDI juga harus ada program-program pembinaan
untuk masyarakat yang mau mengikuti program untuk bisa membantu meningkatkan
kompetensi masyarakat dan mendukung karyawannya untuk bisa mengikuti program
peningkatan Pendidikan Tinggi baik secara mandiri atau beasiswa.
Sudah saatnya bersatu, bekerjasama, saling
membantu dan saling memperkuat sektor yang sudah baik untuk kemajuan bangsa,
peranan sector pendidikan dalam mempersiapkan SDM tersebut tidak dapat
diabaikan. Program pendidikan harus berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.
Demikian pula produk yang dihasilkan oleh dunia usaha merupakan konsumsi
masyarakat luas. Dengan demikian pendidikan tinggi yang menghasilkan kompetensi
akan memberi arti pada pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Selamat malam...
BalasHapusIzinkan menanggapi artikel yang Saudari tuliskan...
Saya lebih tertarik pada penggunaan istilah 'DUDI' (Dunia Usaha dan Dunia Industri) pada akhir artikel.
Dan saya sependapat bahwa kualitas output pada suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada pasar kerja. Semakin banyak SDM yang berkualitas maka tentunya persaingan semakin tinggi.
Selanjutnya dalam sebuah organisasi/pelaku dunia kerja/usaha ataupun bisnis tentunya akan selalu berupaya mengembangkan kompetensi para pengelolanya, baik melalui pelatihan ataupun orientasi. Nah, penerapan PJJ ini sangat efektif dan efisien untuk lembaga-lembaga yang memiliki keterbatasan baik jarak ruang maupun waktu. Hal ini sesuai prinsip mobilitas, salah satu prinsip dari 6 prinsip yang disebutkan di atas.
Untuk pekerja sendiri tentunya memiliki keterbatasan diantara harus menyelesaikan tugas pokok fungsi di lingkup kerja, kebutuhan untuk mengembangkan diri dan dilema harus meninggalkan keluarga atau alasan penting lainnya. Jadi saya rasa, PJJ ini akan sangat membantu pelaku usaha/bisnis/industri untuk mengupgrade pengetahuan, kompetensi dan kapabilitasnya.
Terima kasih.
Terima kasih atas tanggapan saudari. Tentunya harapan kita bersama kualitas dari SDM semakin baik dengan adanya PJJ dan berpengaruh baik terhadap DUDI..
Hapusmateri yang ini sangat membantu serta mudah di pahami, mengenai konsep prinsip kekinian bagaimana jika terdapat pengajar yang katakanlah terbilang senior tentu mereka tidak begitu memahami konsep kekinian ini.. bagaimanakah kita mengatasi hal itu... semoga dapat kita diskusikan bersama. terimaksih :-)
BalasHapusTerima kasih, semoga menjadi pembelajaran dan panduan kita kedepan dalam dunia Usaha..
BalasHapusIzin Menanggapi, bahwasannya prinsip pembelajaran jarak jauh dalam kaitannya dengan dunia kerja dan usaha dapat dikembangkan sesuai dengan skala prioritas dalam mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang ditemui dalam penerapan atau implementasinya dalam hal tuntutan dunia kerja sebagai upaya untuk penunjang peningkatan skill ataupun aspek lainnya, tentu saja prinsip-prinsip ini akan menjadi landasan bagi organisasi , lembaga, atau institusi tersebut dalam pencapaian visi , misi dan tujuan organisasi yang bersangkutan..Terima Kasih🙂🙏
BalasHapusAssalamu'alaikum..
BalasHapusizin menanggapi.. Dalam tulisan diatas, e-learning dalam pemerintahan memang diperlukan agar pemerintah dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tetapi dalam prakteknya pemerintah belum memaksimalkan pelayanan publik yang berhubungan dengan e-learning. hal ini dapat berupa papan pengumuman, e-schedule, atau informasi daerah yang bisa diakses sampai ke pelosok daerah. seperti yang kita ketahui masyarakat sangat membutuhkan informasi tentang sistem tata pemerintahan agar roda pemerintahan lebih transparansi dan daerah lebih cepat maju dan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan msyarakat..
terimakasih.. wassalam