1.
Artificial
intelligence (Kecerdasan buatan)
Kecerdasan buatan
(AI) memungkinkan mesin untuk belajar dari pengalaman, menyesuaikan input-input
baru dan melaksanakan tugas seperti manusia. Sebagian besar contoh AI yang Anda
dengar dewasa ini – mulai dari komputer yang bermain catur hingga mobil yang
mengendarai sendiri – sangat mengandalkan pembelajaran mendalam dan pemrosesan
bahasa alamiah. Dengan
menggunakan teknologi ini, komputer dapat dilatih untuk menyelesaikan
tugas-tugas tertentu dengan memproses sejumlah besar data dan mengenali pola
dalam data.
1.1 Pengertian Artificial intelligence
(Kecerdasan buatan)
Istilah
kecerdasan buatan diciptakan pada tahun 1956, tetapi AI telah menjadi kian
populer saat ini berkat peningkatan volume data, algoritme canggih, dan
peningkatan daya serta penyimpanan komputasi. Riset AI awal pada tahun 1950-an
mengeksplorasi topik-topik seperti penyelesaian masalah dan metode simbolik.
Pada tahun 1960-an, Departemen Pertahanan AS menaruh minat terhadap jenis
pekerjaan ini dan mulai melatih komputer-komputer untuk menirukan penalaran
manusia yang mendasar. Misalnya, Defense Advanced Research Projects Agency
(DARPA) menyelesaikan proyek pemetaan jalan pada tahun 1970-an. Dan DARPA
menghasilkan asisten pribadi cerdas pada tahun 2003, jauh sebelum Siri, Alexa
atau Cortana diberi nama.
Pekerjaan
awal ini membuka jalan bagi otomatisasi dan penalaran formal yang kita lihat di
komputer saat ini, termasuk sistem pendukung keputusan dan sistem pencarian
pintar yang dapat dirancang untuk melengkapi serta meningkatkan kemampuan
manusia. Sementara film-film Hollywood dan novel fiksi ilmiah menggambarkan AI
sebagai robot mirip manusia yang mengambil alih dunia, evolusi teknologi AI
saat ini tidak begitu menakutkan – atau cukup pintar. Sebaliknya, AI telah
berevolusi untuk memberikan banyak manfaat spesifik di setiap industri.
Teruslah membaca tentang contoh modern kecerdasan buatan dalam perawatan
kesehatan, retail, dan lainnya.
1.2 Pentingnya Artificial intelligence
(Kecerdasan buatan)
· AI mengautomasi
pembelajaran dan penemuan berulang melalui data. Tetapi AI berbeda dengan automasi
robotik yang digerakkan oleh perangkat keras. Alih-alih mengautomasi tugas
manual, AI melakukan tugas-tugas yang sering, bervolume tinggi,
terkomputerisasi dengan andal dan tanpa mengalami kelelahan. Untuk jenis
automasi ini, penyelidikan manusia masih penting untuk mengatur sistem dan
mengajukan pertanyaan yang tepat.
· AI menambahkan
kecerdasan pada produk-produk yang ada. Di
sebagian besar kasus, AI tidak dijual sebagai aplikasi individu. Akan tetapi,
produk yang sudah Anda gunakan akan ditingkatkan dengan kemampuan AI, mirip
seperti Siri yang ditambahkan sebagai fitur pada generasi baru produk Apple.
Automasi, platform percakapan, bot, dan mesin pintar dapat dikombinasikan
dengan sejumlah besar data untuk meningkatkan banyak teknologi di rumah dan di
tempat kerja, mulai dari intelijen keamanan hingga analisis investasi.
· AI beradaptasi
melalui algoritme pembelajaran progresif guna
memungkinkan data melakukan pemrograman. AI menemukan struktur dan keteraturan
dalam data sehingga algoritme memperoleh keterampilan: Algoritme menjadi
pengklasifikasi atau prediktor. Jadi, sama seperti algoritme yang dapat
mengajarkan dirinya sendiri cara bermain catur, AI dapat mengajarkan sendiri
produk apa yang akan direkomendasikan berikutnya secara online. Dan model-model
beradaptasi saat memberikan data baru. Propagasi belakang merupakan teknik AI
yang memungkinkan model untuk beradaptasi, melalui pelatihan dan data yang
ditambahkan, saat jawaban pertama tidak terlalu tepat.
· AI menganalisis
data lebih banyak dan lebih dalam menggunakan
jaringan neural yang memiliki banyak lapisan tersembunyi. Membangun sistem
deteksi penipuan dengan lima lapisan tersembunyi hampir tidak mungkin beberapa
tahun yang lalu. Semuanya berubah dengan kekuatan komputer yang luar biasa
dan big data. Anda memerlukan banyak data untuk melatih model
pembelajaran mendalam karena model tersebut belajar langsung dari data. Semakin
banyak data yang Anda umpankan kepada model, semakin akurat model tersebut.
· AI mencapai
keakuratan mengagumkan melalui
jaringan neural mendalam – yang sebelumnya tidak dimungkinkan. Misalnya,
interaksi Anda dengan Alexa, Google Search, dan Google Photos semuanya
didasarkan pada pembelajaran yang mendalam – dan ketiganya terus menjadi
semakin akurat karena kita semakin sering menggunakannya. Di bidang medis,
teknik AI dari pembelajaran mendalam, klasifikasi citra, dan pengenalan objek
sekarang dapat digunakan untuk menemukan kanker pada MRI dengan akurasi yang
sama seperti ahli radiologi yang terlatih.
· AI memanfaatkan
sebagain besar data. Jika algoritme
merupakan pembelajaran mandiri, data itu sendiri dapat menjadi kekayaan
intelektual. Jawabannya ada dalam data; Anda hanya perlu menerapkan AI untuk
mendapatkannya. Karena peran data kini semakin penting dari sebelumnya, data
dapat menciptakan keunggulan kompetitif. Jika Anda memiliki data terbaik dalam
industri kompetitif, bahkan jika seseorang menerapkan teknik serupa, data
terbaiklah yang akan menang.
1.3 Tantangan menggunakan kecerdasan buatan
Kecerdasan buatan akan mengubah setiap
industri, tetapi kita harus memahami batasannya. Keterbatasan prinsip AI adalah
bahwa AI belajar dari data. Tidak ada cara lain untuk memasukkan pengetahuan.
Itu berarti ketidakakuratan dalam data akan tercermin di dalam hasilnya. Dan
setiap lapisan tambahan dari prediksi atau analisis harus ditambahkan secara
terpisah.
Sistem AI saat ini dilatih untuk
melakukan tugas yang ditentukan dengan jelas. Sistem yang memainkan poker tidak
bisa bermain solitaire atau catur. Sistem yang mendeteksi penipuan tidak dapat
mengendarai mobil atau memberi Anda nasihat hukum. Bahkan, sistem AI yang
mendeteksi penipuan layanan kesehatan tidak dapat secara akurat mendeteksi
penipuan pajak atau penipuan klaim garansi. Dengan kata lain, sistem-sistem ini
amat sangat terspesialisasi. Sistem ini berfokus pada satu tugas dan jauh dari
berperilaku seperti manusia.
Demikian pula, sistem belajar mandiri
bukanlah sistem otonom. Teknologi AI yang Anda lihat dalam film dan TV masih
merupakan fiksi ilmiah. Tetapi komputer yang dapat menyelidiki data kompleks
untuk belajar dan menyempurnakan tugas-tugas tertentu menjadi sangat umum.
1.4 Cara Kerja Kecerdasan Buatan
AI bekerja dengan menggabungkan
sejumlah besar data dengan cepat, pengolahan berulang, dan algoritme cerdas,
memungkinkan perangkat lunak untuk belajar secara otomatis dari pola atau fitur
dalam data. AI adalah bidang studi luas yang mencakup banyak teori,
metode, dan teknologi, serta subbidang utama berikut ini:
· Pembelajaran mesin mengautomasi
pembangunan model analitik. AI menggunakan metode dari jaringan neural,
statistik, penelitian operasi, dan fisika untuk menemukan wawasan tersembunyi
dalam data tanpa secara eksplisit diprogram untuk tempat mencari atau
menyimpulkan sesuatu.
· Jaringan neural adalah jenis
pembelajaran mesin yang terdiri atas unit-unit yang saling berhubungan (seperti
neuron) yang memproses informasi dengan menanggapi masukan eksternal,
menyampaikan informasi antara setiap unit. Proses ini membutuhkan banyak umpan
pada data untuk menemukan koneksi dan mendapatkan makna dari data yang tidak
terdefinisi.
· Pembelajaran mendalam menggunakan
jaringan neural yang sangat besar dengan banyak lapisan unit pemrosesan,
memanfaatkan kemajuan dalam daya komputasi, dan meningkatkan teknik pelatihan
guna mempelajari pola kompleks dalam sejumlah besar data. Penerapan umumnya
mencakup pengenalan gambar dan ujaran.
· Komputasi kognitif adalah
subbidang AI yang berupaya untuk melakukan interaksi seperti manusia secara
alami dengan mesin. Menggunakan AI dan komputasi kognitif, tujuan utamanya
adalah agar mesin dapat mensimulasikan proses manusia melalui kemampuan untuk
menafsirkan gambar dan ujaran – kemudian berbicara dengan koheren dalam memberi
tanggapan.
· Visi komputer mengandalkan
pengenalan pola dan pembelajaran mendalam guna mengenali apa yang ada dalam
foto atau video. Jika mesin dapat memproses, menganalisis, dan memahami gambar,
mesin dapat menangkap gambar atau video secara real time dan menafsirkan sekitarnya.
· Pemrosesan bahasa alamiah (natural language
processing/NLP) adalah kemampuan komputer untuk menganalisis, memahami, dan
menghasilkan bahasa manusia, termasuk ujaran. Tahap selanjutnya dari NLP adalah
interaksi bahasa alami, yang memungkinkan manusia berkomunikasi dengan komputer
menggunakan bahasa sehari-hari yang normal untuk melakukan tugas.
Selain itu, beberapa teknologi memungkinkan dan mendukung AI:
· Unit pemrosesan grafis merupakan
kunci bagi AI karena unit ini menyediakan penghitungan berat yang diperlukan
untuk pemrosesan berulang. Melatih jaringan neural membutuhkan data dan juga
daya komputasi yang besar.
· Internet of Things menghasilkan
jumlah data yang amat besar dari perangkat-perangkat terhubung, yang sebagian
besar tidak dianalisis. Mengautomasi model dengan AI akan memungkinkan kita
untuk menggunakan lebih banyak dari AI.
· Algoritme lanjutan sedang
dikembangkan dan digabungkan dalam cara-cara baru guna menganalisis lebih
banyak data yang lebih cepat dan pada beberapa tingkatan. Proses cerdas ini
adalah kunci untuk mengidentifikasi dan memprediksi kejadian langka, memahami
sistem yang kompleks, dan mengoptimalkan skenario unik.
· API, atau antarmuka pemrosesan
aplikasi, merupakan paket kode portabel yang memungkinkan
untuk menambahkan fungsi AI ke produk dan paket perangkat lunak yang sudah ada.
Hal di atas dapat menambahkan kemampuan pengenalan gambar ke sistem keamanan
rumah dan kemampuan Q&A yang menggambarkan data, membuat keterangan dan
judul, atau memanggil pola dan wawasan menarik dalam data.
Ringkasnya, tujuan AI adalah untuk
memberikan kemampuan untuk mengolah input dan menjelaskan output pada perangkat
lunak. AI akan menyediakan interaksi yang mirip manusia dengan perangkat lunak
dan menawarkan dukungan keputusan untuk tugas tertentu, tetapi AI bukan pengganti
manusia – dan tidak akan menggantikan manusia dalam waktu dekat.
2.
IOT (Internet of Things) dalam Pembelajaran
2.1 Pengertian IOT (Internet of Things)
IOT atau Internet of Things atau juga yang mana sering
kita sebut dengan IOT adalah sebuah konsep yang memiliki tujuan memperluas
manfaat oleh konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Melalui
internet kita dapat melakukan kegiatan berbagi data, remote control, dan aneka
macam hal. Sebenarnya konsep oleh apa itu IOT sendiri sangat mudah dipahami
oleh setiap orang. Karena sebelumnya saya belum paham sekali mengenai IOT,
namun sehabis membaca oleh beberapa sumber akhirnya Saya sendiri dapat
memahaminya dengan baik.
2.2
IoT (Internet of
Things) Berkaitan Erat Dengan AI (Artificial Intelligence)
AI atau Artficial Intelligence memang sangat berhubungan dengan dunia robot. Jika
berbicara tentang AI, pasti orang-orang akan berfirik tentang robot. Padahal
kenyataannya, AI bukan hanya sekedar robot saja. Tetapi Internet of Things juga
sangat berhubungan dengan AI. Dalam prinsip kerjanya, IoT menjadi tempat yang
mengumpulkan informasi. Sementara AI berperan sebagai mesin yang menganalisa
dan memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan informasi tersebut. Itu semua
berati, IoT tak akan berjalan dengan baik jika tidak diiringi dengan AI. Karena
AI lah yang bisa menyelesaikan masalahnya dengan cerdas.
Dengan banyaknya
perangkat perangkat wearelable, menjadikan data banyak variasi dan banyak
penggunaannya.Mulai dari industri kesehatan, pertanian, bahkan pemerintahan
telah menggunakan IoT sebagai teknologinya. Sementara AI yang mengalami
beberapa kemajuan dari AAN atau Artificial Neural
Network terinpirasi dari
otak manusia. Untuk menyelesaikan masalah dilakukan dengan pembelajaran dari
diri sendiri. Algoritma yang pada awalnya dilatih oleh manusia dan semakin lama
algoritma tersebut akan membuat asumsinya sendiri. Terlatih untuk menyelesaikan
masalah yang detail tetapi dengan bantuan yang sedikit sekali dari manusia. Dengan
itulah sebenarnya IoT sangat membutuhkan AI. Bukan untuk sekedar memproses data
atau hanya menampilkan dashboard. Tetapi data dan informasi yang ada, harus berjalaan
bersamaan dengan aksi.
2.3
Internet Of Things (Iot) Dan Efeknya Untuk Dunia Pendidikan
Internet of Things atau IoT adalah
sebuah konsep besar saat ini yang dinilai mampu merevolusi semua industri dan
juga masyarakat. Bahkan dalam pendidikan pun Internet of Things ini menjadi
salah satu teknologi yang saat ini dipertimbangkan oleh para pengajar maupun
anggota pemerintah yang terkait dengan pendidikan untuk menggunakannya guna
berinovasi dan meningkatkan pembelajaran.
Dengan Internet ini, belajar menjadi lebih dinamis dengan
cara mengintegrasikan metode tradisional dengan metode baru (IoT). Selain itu,
dampak pembelajaran dengan IoT ini juga dinilai mampu menjadikan pelajaran di
kelas serta diskusi antar siswa lebih hidup. Bahkan dengan IoT siswa juga akan
mampu mengeksplorasi metode-metode belajar lainnya. Sebagai contoh, siswa dapat
belajar dirumah dengan melihat video, terlibat dalam proyek kemudian
mendiskusikan hasil belajar di luar kelas tersebut saat kembali ke sekolah.
Selain itu, teknologi modern dan IoT tidak terbatas hanya
pada bagaimana siswa belajar tapi juga dapat meningkatkan keamanan IoT sendiri
serta akses yang lebih luas untuk mendapatkan informasi. Selain itu juga dapat
melacak sumber daya utama.
Pengaruh IoT ini juga memiliki efek lebih jauh lagi bagi
para pelajar. Dalam pendidikan tinggi misalnya universitas, sebagai mahasiswa
mungkin saat ini telah bosan dengan menggunakan buku, kebanyakan dari mereka
lebih suka dengan teknologi seperti smartphone, tablet, laptop dan gadjet
lainnya. Dengan IoT ini akses informasi yang mudah di akses dari mana pun dan
kapan pun, akan membuat pelajar mampu mempelajari segala sesuatu yang baru.
Bahkan akan mendorong para pelajar untuk mempelajari lebih lanjut lagi.
Selain itu, IoT juga memberikan pekerjaan yang lebih
efisien bagi para pengajar dan pelajar. Contohnya adalah, para pengajar mampu
mengoptimalkan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pelajar. Dengan
menggunakan cloud, par apengajar juga mampu melihat hasil serta statistik
masing-masing pelajar dengan informasi yang lebih cepat dengan cara
mengumpulkan data hasil belajar. Selain itu, IoT juga mampu mengurangi biaya
operasional sekolah, salah satu contoh sekolah yang sukses mengurangi biaya
adalah Sekolah di New Richmonde, Tipp City, Ohio, Amerika Serikat. Dalam
laporan, mereka mampu mengurangi sekitar USD128,000 setiap tahunnya dengan
menggunakan sistem pembelajaran berbasis web-terpusat untuk mengontrol semua
peralatan mekanik di sekolah. Masih banyak hal-hal lain yang akan didapatkan
dalam memanfaatkan IoT dan teknologi modern lainnya. Berikut ada sedikit video
untuk mengenal IoT lebih lanjut.
Bahan
diskusi:
Menurut
pembaca bagaimana tanggapan tentang AI dan IoT dalam pembelajaran yang terjadi
dalam proses pembelajaran dilingkungan sekitar/ daerah pembaca sekalian?



dengan adanya AI dan IoT bisa menjadi salah satu alternatif dalam penyelesaian satu masalah dalam pendidikan.IoT disini berguna dalam mempermudah aktifitas manusia. Bisa jadi IoT dapat membantu siswa dalam menerangkan ketiga level representasi secara sekaligus. Dan bisa jadi dapat membangkitkan minat siswa. namun, bagaimanakah cara kita setidaknya mengurangi dampak negatif yang juga bisa di timbulkannya ?
BalasHapusdengan adanya pengawasan dapat meminimalisir dampak?
BalasHapusAssalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
BalasHapusAI dan IoT merupakan dua hal yang saling melengkapi, dan ini menunjang berbagai aktifitas dalam berbagai bidang kehidupan, sesuai dengan tuntutan pada Era gelobal saat ini yang merupakan Era Industri 4.0 , tentunya dua hal ini dapat menjadi kebutuhan jika terdapat ketergantungan proses terhadap dua hal ini,
Demikian, terima Kasih
Waalaikumsalam...
HapusBenar sekali menurut ibu bahwasanya AI dan IoT merupakan dua hal yang saling melengkapi, dan ini menunjang berbagai aktifitas dalam berbagai bidang kehidupan, sesuai dengan tuntutan pada Era gelobal saat ini yang merupakan Era Industri 4.0. Hendaknya kita bisa memanfaatkan kecanggihan dan perkembangan zaman saat ini..