Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 14 September 2019

Pengaruh lingkungan dalam psikologi terhadap peserta didik dan Usaha Mengatasi Dampak Negatif dari Lingkungan dalam psikologi terhadap peserta didik.

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada hakikatnya manusia dan lingkungan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Manusia telah mengambil banyak manfaat dari lingkungan seperti tempat tinggal yang nyaman, tempat bekerja, tempat berekreasi dan lain-lain. Keseimbangan antara keduanya sangat penting untuk dijaga.
Lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Salah satunya faktor eksternal. Faktor eksternal terdiri dari 2 macam yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Lingkungan sosial terbentuk dari lingkungan keluarga, guru, dan masyarakat. Sedangkan lingkungan nonsosial terbentuk dari sarana dan prasarana. Anak belajar untuk menjalani kehidupan melalui interaksi dengan lingkungan. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Dari keluarga inilah baik dan buruknya perilaku dan kepribadian anak terbentuk. Lingkungan yang kedua setelah lingkungan keluarga di kenal anak adalah sekolah.
Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kepribadian anak didik. Di sekolah siswa melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai keberhasilan belajar.  Perilaku siswa yang mengganggu proses belajar mengajar tersebut perilakunya menyimpang. Perilaku menyimpang tersebut ada yang berpengaruh terhadap dirinya sendiri dan ada yang berpengaruh pada orang lain. Perilaku menyimpang siswa dapat merugikan diri sendiri dan lingkungannya. Perilaku menyimpang pada siswa dapat menjadi masalah pada diri siswa saat ini dan pada saat yang akan datang. Dalam Pengaruh lingkungan sosial tidak dapat menjamin peserta didik untuk bisa mengembangkan minat dan bakat yang harus dimilikinya karena faktor nonsosial mempunyai pengaruh yang kuat. Lingkungan nonsosial yang kurang baik membuat anak malas dalam proses belajar sehingga kecenderungan peserta didik hanya diam dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru.

B.     Tujuan Penulisan
Tujuan penusilan makalah ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan lingkungan dalam psikologi terhadap peserta didik dan Usaha Mengatasi Dampak Negatif dari Lingkungan dalam psikologi terhadap peserta didik.














BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hakikat Perkembangan Anak
Masa perkembangan anak adalah suatu periode yang sangat penting dan kritis dalam kehidupan manusia serta berpengaruh besar terhadap kehidupan selanjutnya. Proses tumbuh kembang anak tidak selalu berlangsung sesuai yang diharapkan. Peran keluarga, orang tua atau pengasuh anak sangat penting dalam proses tumbuh kembang dan pembentukan perilaku anak. Karena keluarga atau orang tua merupakan lingkungan yang paling dekat dan merupakan tempat yang memberikan pendidikan paling awal terhadap anak.
Secara teoritis dapat dipastikan bahwa pengasuhan yang baik akan berpengaruh baik pula terhadap perkembangan anak, dan begitu pula sebaliknya. Anak sebagai anugerah yang sangat besar dalam keluarga yang diberikan Allah untuk dididik dan dibesarkan dengan dibekali akhlak yang baik. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memilihkan lingkungan yang baik untuk anaknya. Mengajarkan anak untuk mengenal lingkungan sejak dini memang sangat penting, namun orang tua juga yang harus memilihkan lingkungan yang baik untuk anaknya. Lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tumbuh kembang psikologi sosial dan kepribadian anak.
Setiap anak memiliki tingkah laku dan kepribadian yang berbeda-beda, selain lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat yang mempengaruhinya namun juga ada beberapa faktor yang lain, seperti faktor biologis dan genetik, faktor pola asuh, faktor lingkungan, faktor pendidikan, dan faktor pengalaman. Keadaan sosial, ekonomi, budaya dan spiritual orang tua juga sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang psikologi sosial seorang anak.
Perilaku yang tercermin dalam tindakan pelajar saat ini sangat dipengaruhi oleh peran lingkungan sebagai pembentuk pola pikir  psikologi kaum pelajar. Para pelajar melakukan berbagai tindakan didasari oleh pembentukan kepribadiaan yang di latar belakangi perkembangan lingkungan tempat bersosialisasinya walaupun pada intinya perkembangan psikologi sosial tergantung pada bagaimana pelajar memberikan respons terhadap lingkungan. Pembentukan Perilaku pada Anak ada beberapa bagian, diantaranya:
1.      Meniru (Imitasi)
Meniru merupakan cara yang efisien bagi anak-anak untuk mempelajari hal yang baru. Aksi meniru meningkat frekuensinya pada anak usia antara 1-3 tahun. Anak-anak akan mengembangkan sifat yang menambah penerimaan kelompok terhadap dirinya.

2.      Kesadaran Diri Pada Anak
Pada enam bulan terkahir dari tahun kedua anak mulai mulai menyadari milik, keadaan dan kemampuan mereka. Dengan Perkembangan dan Kepribadian Anak, kesadaran pada anak selanjutnya anak akan melakukan perilaku-perilaku yang telah didasari pengertiannya atau kesadarannya.

3.      Kebiasaan
Kegiatan yang dilakukan anak secara berulang-ulang akan menjadikan sebuah kebiasaan yang akan selalu dilakukan anak, baik dengan sadar atau disengaja maupun tidak sengaja.

B.     Pengaruh Lingkungan Terhadap Peserta Didik
Lingkungan merupakan segala sesuatu yang mengelilingi individu sepanjang hidupnya.  Dalam hidupnya manusia tentu akan melakukan interaksi dengan lingkungan secara terus-menerus sepanjang hidupnya. Sehingga lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Manusia dilahirkan dengan keadaan yang polos, kemudian tingkah lakunya dibentuk oleh lingkunganya. Secara garis besar lingkungan dibedakan menjadi dua yaitu:

a.      Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik merupakan lingkungan yang berupa alam, seperti keadaan tanah, musim dan sebagainya. Lingkungan fisik yang berbeda akan berpengaruh yang berbeda pula terhadap perkembangan individu serta menentukan bagaimana proses dan hasil belajar akan dicapai pelajar. Lingkungan fisik ini akan menetukan kenyamanan individu dalam melaksanakan aktivitas-aktivitasnya. Lingkungan fisik juga perlu mendapat perhatian, belajar dalam kondisi alam yang segar dan bersih selalu lebih efektif dari pada sebaliknya.
Demikian pula belajar pada pagi hari selalu memberikan hasil yang lebih baik dari pada sore hari karena pada pagi hari otak kita lebih fresh. Keadaan alam yang hiruk pikuk, terlalu ramai juga kurang kondusif bagi proses dan pencapaian hasil belajar yang optimal. Sehingga keadaan alam yang baik dan kondusif ikut berperan serta menententukan pengaruhnya dalam optimalisasi belajar, keadaan alam yang buruk ikut memberikan efek yang buruk terhadap pelajar, keadaan alam yang baik ikut memberikan pengaruh positif pula bagi pelajar.

b.      Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial merupakan lingkungan masyarakat yang menyebabkan terjadinya interaksi antar individu satu dengan yang lainnya. Keadaan masyarakat sedikit banyak akan berpengaruh terhadap perkembangan sifat-sifat individu.
Lingkungan sosial dibedakan menjadi lingkungan sosial primer dan skunder. Lingkungan sosial primer yaitu lingkungan sosial yang didalamnya terjadi hubungan yang erat antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Karena diantara para anggota telah adanya hubungan yang erat, maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan jika tidak adanya hubungan yang erat di antara para anggota. Lingkungan sosial sekunder yaitu lingkungan sosial dengan terjadinya hubungan atau interaksi sosialnya agak longgar anggota yang satu dengan yang lainnya kurang atau tidak saling mengenal. Karenanya maka pengaruh dari lingkungan sosial ini kurang mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang primer.
Sebagian ahli juga membagi faktor lingkungan yang mempengaruhi individu menjadi lingkungan person dan lingkungan non person. Lingkungan person meliputi orang tua, saudara, teman sepermainan, segala harapan, cita-cita dan segala perlakuan individu lain terhadap individu yang bersangkutan. Sedangkan lingkungan non person mencakup tempat tinggal atau rumah, sekolah, peralatan-peralatan yang digunakannya, batu, pohon dan lain-lain.

C.    Usaha Mengatasi Dampak Negatif dari Lingkungan dalam psikologi terhadap peserta didik
1.      Pengaruh Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan sebuah lingkungan yang pertama kali ditemui individu sejak ia lahir ke dunia. Lingkungan keluarga merupakan lembaga non formal yang di dalamnya terdiri dari ayah dan ibu, serta saudara-saudara sebagai keluarga inti, dan tidak jarang pula terdapat kakek, nenek, bibi dan paman. Lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap individu, para psikolog (juga pendidik) menyatakan bahwa orang tua merupakan contoh (“model”) bagi anak-anaknya. Peranan keadaan keluarga terhadap perkembangan sosial anak-anak dalam hal ini pelajar tidak hanya terbatas pada situasi ekonominya atau pada keutuhan strukturnya saja. Cara-cara dan sikap-sikap anggota keluarga dalam pergaulannya memegang peranan yang cukup penting di dalamnya.
Hal ini bisa diterima apabila kita ingat bahwa keluarga itu sudah merupakan sebuah kelompok social dengan tujuan-tujuan, struktur, norma-norma, dinamika kelompok, termasuk cara-cara pemimpinannya, yang sangat mempengaruhi kehidupan individu yang menjadi anggota kelompok tersebut.
Sikap orangtua sebagai panutan dalam keluarga haruslah memberikan contoh yang baik, kebiasaan orangtua melihat televisi saat anaknya belajar akan sangat mengganggu konsentrasi anak dalam belajar, anak akan lebih meniru orangtuanya, orangtua yang sering keluar rumah akan menjadi kebiasaan ananknya pula sehingga anak tidak pernah belajar. Tingkat pendidikan orangtua juga mempengaruhi psikologis sosial anak, anak akan cebderung mengikuti rekam jejak pendidikan orangtuanya. Sehingga hal yang penting harus diperhatikan ialah sikap orang tua dalam mengontrol anak, memberikan perhatian bagi anak, dan memberikan contoh teladan yang baik bagi anak dalam kaitannya mendongkrak prestasi belajar anaknya, dan mendorong anaknya untuk mencapai tingkat pendidikan yang baik dan tinggi.
Pandangan yang sangat menghargai posisi dan peran keluarga sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang istimewa. Pandangan seperti ini sangat logis dan mudah dipahami karena beberapa alasan berikut ini:
·      Keluarga lazimnya merupakan, pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak. Begitu anak lahir, lazimnya pihak keluargalah yang langsung menyambut dan memberikan layanan interaktif kepada anak.
·       Sebagian besar waktu anak lazimnya dihabiskan di lingkungan keluarga.
·       Karakteristik hubungan orang tua-anak berbeda dari hubungan anak dengan pihak-pihak lainnya (guru, teman, dan sebagainya ).
·      Interaksi kehidupan orang tua-anak di rumah bersifat “asli”, seadanya dan tidak dibuat-buat. 
Pengaruh keluarga dapat menurunkan kemampuan mental anak  dimulai dari dalam kandungan yaitu kurangnya gizi, terserang infeksi, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, merokok, sering minum alkohol, atau kerap terpapar pada polusi, maka anaknya memiliki resiko mengalami ketidakmampuan dan ber-IQ rendah.  Selain itu lingkungan keluarga yang tidak sehat seperti adanya pertengkaran,   perselisihan dan kurangnya kasih sayang orang tua (perceraian), juga dapat mengurangi fungsi mental anak. Sehingga usaha untuk meningkatkan fungsi mental anak yaitu:
1)      Harus memberikan contoh yang baik bagi anak supaya anak dapat mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
2)      Memberikan kasih sayang penuh tanpa membanding-bandingkan dengan anaknya lain.
3)      Memberikan dukungan penuh (pendekatan) terhadap bakat dan minat anak sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

2.      Pengaruh Lingkungan Sekolah
Pengaruh sekolah terhadap perkembangan peserta didim cukup besar. Namun pengaruh tersebut  hanya dilihat secara garis besar yang berlaku pada umumnya saja. Dalam menanamkan pengaruh perkembangan pribadi seseorang pada umumnya, pendidikan sekolah hanya dilihat dalam upaya mempertinggi tingkat  inteligensi peserta didik. Namun hendaknya sekolah itu tidak hanya merupakan lapangan tempat orang mempertajam tingkat intelegensi saja. Peraturan sekolah yang lemah dapat menyebabkan kemunduran belajar bagi para pelajar yang kurang retib dan disiplin dalam menjalankan tata tertib sekolah. Sekolah juga penting dalam pembentukan moral kaum pelajar, moral yang ditanamkan secara baik dalam sekolah akan menghasilkan perilaku yang baik pula bagi para pelajar, dengan begitu pelajar selalu mempertimbangkan nilai kebenaran dalam setiap tindakannya.
Pengaruh lingkungan sekolah dapat berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik ketika seorang guru tidak mengetahui karakter setiap siswanya. Selain itu, pengaruh teman juga sangat mempengarui dalam mencari jati diri sendiri. Dalam hal ini seorang guru harus bisa mengetahui karakter setiap siswa agar dapat mengetahui bakat dan minat dalam diri anak. Maka seorang guru harus interaksi dengan anak didiknya agar dapat mengontrol kenakalan anak didiknya antar teman. Sedangakan usaha untuk mengatasi dampak negatif dari teman yaitu harus pintar mengontrol diri supaya tidak terjerumus pada kenakalan remaja

3. Pengaruh Lingkungan  Masyarakat
Masyarakat merupakan tempat berkumpulnya berbagai kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda. Setiap kelompok memiliki berbagai kebiasaan dan perilaku yang berbeda dengan kelompok lainnya.Perbedaan latar belakang ini harus disikapi secara bijak. Dalam kaitannya bagi seorang peserta didik yang tinggal ditengah-tengah heterogenitas masyarakat, pelajar harus mampu bersikap sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.
Tinggal dalam kondisi masyarakat yang tidak baik, anggota masyarakat yang sering mabuk-mabukan, gemar berjudi, dan tindakan-tindakan lain yang kurang sesuai dapat menjadikan seorang pelajar melakukan hal-hal yang kurang baik dan ikut masuk dalam arus yang negatif dengan meniru hal-hal buruk tersebut, selain itu mental belajar kaum pelajar akan mengendor dan tidak mengutamakan belajar sebagai tugas utama kaum pelajar. Oleh karena itu usaha untuk mengatasi dampak negatif yang tejadi pada lingkungan tersebut harus pihak keluarga yang selalu mendidik anak tersebut dengan baik.
                          
4.  Pengaruh Media Massa
Betapa besarnya peran dan pengaruh alat komunikasi massa, seperti buku, majalah, surat kabar, siaran radio, film, dan sebagainya terhadap perkembangan psikologi sosial bagi peserta didik. Media Massa sangat penting dalam penyampaian informasi-informasi terkini secara cepat dan instant, namun hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi adalah attitude-attitude yang terdapat dalam isi informasi tersebut.
Kehadiran media massa dalam menyampaikan informasi bagi kaum pelajar harus ditanggapi secara rasional dan melakukan filterisasi terhadap informasi yang diperoleh. Bagi pelajar yang tidak mampu menyaring hal-hal yang tidak baik, peserta didik akan meniru secara mentah-mentah seperti hal yang disajikan media massa.
Fenomena pelajar yang sekolah semaunya, sering membolos, mengenakan seragam yang tidak sopan, berperilaku seperti orang yang tidak berpendidikan, kerap terjadi akibat pengaruh media massa yang sangat besar. Usaha yang digunakan untuk mengatasi dampak negatif tersebut, oran tua lah yang berperan penting dalam megontrol anak sehingga seorang anak tidak salah dalam mendapatkan informasi dari media massa. Sehingga diharapkan pelajar mampu menyaring informasi yang didapatkan secara baik dan benar, guna membentuk pola pikir dan perilaku yang baik dan sesuai norma-norma yang ada.















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
               Lingkungan merupakan segala sesuatu yang mengelilingi individu sepanjang hidupnya.  Dalam hidupnya manusia tentu akan melakukan interaksi dengan lingkungan secara terus-menerus sepanjang hidupnya. Sehingga lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Manusia dilahirkan dengan keadaan yang polos, kemudian tingkah lakunya dibentuk oleh lingkunganya.
Perilaku yang tercermin dalam tindakan pelajar saat ini sangat dipengaruhi oleh peran lingkungan sebagai pembentuk pola pikir  psikologi kaum pelajar. Para pelajar melakukan berbagai tindakan didasari oleh pembentukan kepribadiaan yang di latar belakangi perkembangan lingkungan tempat bersosialisasinya walaupun pada intinya perkembangan psikologi sosial tergantung pada bagaimana pelajar memberikan respons terhadap lingkungan. Walaupun lingkungan tidak sepenuhnya membentuk pola perilaku dan pola berpikir individu karena setiap individu berbeda pula dalam memberikan respons atau tanggapan terhadap stimulus yang diberikan lingkungan, namun peran dan pengaruh lingkungan turut serta memegang peranan yang sangat besar bagi individu dalam berperilaku dan berpikir. 

B.     Saran
Adapun saran dari penyusun dalam  perkembangan psikologi dari peserta didik hendaknya pengaruh lingkungan sekitar menjadi perhatian khusus dari seluruh pihak, baik dari keluarga, pendidik maupun masyarakat. Hal ini demi kelangsungan dan taraf hidup peserta didik yang akan datang untuk menjadi insan yang bermanfaat untuk keluarga, Negara maupun lingkungan disekitarnya.


DAFTAR PUSTAKA

Muhibbin Syah. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Walgito, Bimo.  1980. Psikologi  Sosial  (Suatu Pengantar). Edisi Revisi. Yogyakarta: Yayasan    Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.

dikutip dari :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Asik

E-Learning sebagai media dalam dunia pendidikan dan Alternatif Pemanfaatan Pembelajaran Jarak Jauh

Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susa...