Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari
bidang pendidikan. Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah
diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi.
Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya
Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di
perguruan tinggi dalam maupun luar negeri (digital liberary). Sudah banyak
cerita tentang pertolongan Internet dalam pembuatan makalah, penelitian dan
tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan guru, dosen, pakar
dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir,
skripsi, makalah dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak
untuk diselesaikan.
Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi.
Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya
e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many
communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara
real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi
teleconference. Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media
pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu : (a). sebagai
media interpersonal dan massa (b) bersifat interaktif (c). memungkinkan komunikasi
secara sinkron maupun asinkron.
Peran media internet (tentu saja media komputer yang
menjadi perangkat utamanya) semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Maka
diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak
terlupakan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang. Di dunia serba
digital saat ini, internet bagi manusia, meluncur dan tumbuh subur menjadi
sebuah kebutuhan. Internet memang memudahkan pelajar mendapatkan segala
informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran). Tapi pada
internet juga terdapat liang raksasa, bagai rahang yang akan mengunyah para
pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya.
Meskipun dalam diri mereka terjadi tarik menarik yang
dahsyat antara kepentingan yang baik (positif) dengan buruk (negatif). Namun
pada akhirnya, kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram
cara berpikir dan berprilaku para remaja tersebut. Maka untuk menghempangnya
(paling tidak untuk meminimalisirnya), usaha untuk memaksimalkan manfaat
internet sebagai media pendidikan harus lebih dilakukan. Harus, dan harus!
Apalagi muaranya, hendak meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mutu pendidik
dan anak didik.
Sebenarnya beberapa pusat pendidikan termasuk sekolah
lanjutan tingkat atas sampai perguruan tinggi saat ini begitu serius
memaksimalkan pengadaan fasilitas internet di sekolah dan kampus masing-masing
untuk meningkat mutu pendidikan. Dari beberapa sekolah dan universitas sudah
ada yang membuka website untuk memberikan kemudahan bagi khalayak untuk
mengakses informasi tentang sekolah dan universitas yang bersangkutan.
E-learning
Sebagai salah satu alternatif pembelajaran jarak jauh
Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu
sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance
Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau
Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui
komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi
mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula
dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari
intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak
harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal
maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD
pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar
dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD,
selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat
di mana dia berada.
Berdasarkan paparan diatas, terlihat bagi kita bahwa
teknologi informasi, khususnya internet memiliki peranan yang sangat penting
dalam setiap dimensi pendidikan. Internet memberikan kontribusi yang sangat
besar didalam membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan
informasi yang up to date. Jaringan internet merupakan salah satu jenis
jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi
informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga
memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai
secara bersama-sama. Demikian juga dalam dunia pendidikan, berkat adanya
jaringan internet, maka dapat membantu setiap penyedia jasa pendidikan untuk
selalu mendapat informasi-informasi yang terkini dan sesuai dengan kebutuhan.
Pemanfaatan internet masih sangat minim dan terbatas pada
daerah perkotaan yang sudah memiliki jaringan atau koneksi internet. Dilain
pihak dalam dunia pendidikan, diperhadapkan pada kendala bahwa metode
pembelajaran konvensional yang diterapkan saat ini sudah tidak memenuhi
kebutuhan dunia pendidikan yang ada.
Keterbatasan ini dikarenakan oleh beberapa kendala, di
antaranya. Pertama, kendala dari pihak pemerintah yaitu terbatasnya dana
untuk menambah lahan, gaji tenaga pengajar, serta terbatasnya sumber daya
manusia yang akan menjadi pengajar pada institusi yang akan dibangun. Kedua,
kendala dari pihak peserta belajar (masyarakat) itu sendiri yaitu, selain
jauhnya jarak tempat tinggal dengan pusat sekolah, juga sebagian besar di
antara mereka telah bekerja. Berdasarkan pernyataan diatas, maka nampaklah bagi
kita bahwa metode yang ada saat ini tidak lagi menjamin untuk menghasilkan
kualitas sumberdaya manusia dalam dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan
perkembangan pendidikan yang ada sat ini cenderung tertinggal dibandingkan
dengan Negara lainnya.
Ironisnya, guru masih sedikit sekali menggunakan media
internet ini sebagai media pembelajaran, kemungkinan disebabkan kurang pahamnya
guru menggoperasikan komputer, sehingga timbul rasa keminderan dalam diri
seorang guru untuk mengajak siswanyabelajar dengan menggunakan media internet ,
padahal mau tidak mau kita tidak mungkin terhindar dari teknologi komonikasi
dan informasi.
Guna menjembatani ketimpangan dan kelemahan diatas, maka
kehadiran teknologi informasi, terkhususnya internet sangat penting dan mutlak
dalam memenuhi kebutuhan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, Asep Saepudin
(2005) menyatakan beberapa manfaat kehadiran teknologi informasi terkhususnya
internet: Pertama, hampir dapat dipastikan bahwa setiap kantor telah
memiliki dan menggunakan komputer. Demikian juga pada setiap keluarga, terutama
diperkotaan komputer sudah menjadi fasilitas biasa dan dapat dioperasikan oleh
hampir semua anggota keluarga. Jumlah keluarga yang mempunyai komputer
menunjukan peningkatan sebagai hasil kemajuan dari perkembangan ekonomi. Ini berarti
bahwa jumlah masyarakat yang mempunyai akses terhadap komputer meningkat dari
waktu ke waktu. Oleh karena itu, program pendidikan berbasis komputer dapat
dikembangkan untuk kelompok (masyarakat) ini. Kedua, proses
penyampain materi ajar yang akan ditransformasikan kepada peserta belajar dapat
lebih efektif dan efisien, karena di Indonesia sudah banyaknya dibuat software
pendidikan oleh para pakar komputer, walaupun tergolong pada fase “early stage”
dan bersifat sporadis dan belum terkoordinir dengan baik. Saat ini sudah banyak
software pendidikan yang bermutu tinggi, namun biasanya software tersebut
adalah buatan luar negeri sehingga muncul kendala baru yaitu masalah
bahasa Inggris.
Strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran, diskusi,
membaca, penugasan, presentasi dan evaluasi, secara umum keterlak sanaannya
tergantung dari satu atau lebihtiga model dasar dialog atau komunikasi sebagai
berikut ( Boettcher, 1999) (a) komonikasi antara guru dengan siswa,
(b) komonikasi antara siswa dengan sumber belajar, dan (c) komonikasi
siswa dengan siswa.
Apabila ketiga aspek tersebut dapat diselenggarakan
dengan komposisi yang serasi, maka diharapkan akan terjadi proses pembelajaran
yang optimal. Pakar pendidikan menyatakan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan
dari pembelajaran sangat ditentukan oleh keseimbangan antara ke 3 aspek
tersebut (Pelikan, 1992). Manfaat internet pada dasarnya tidak terlepas dari
kekurangan-kekurangan yang ada. Hal ini sangat tergantung pada institusi
pendidikan, apalagi jikalau metode ini dipergunakan maka akan berimplikasi pada
: 1) ketersediaan sarana pendukung yang harus menunjang; 2) ketersediaan
jaringan internet yang memadai; 3) serta perlu pula didukung oleh tingkat
kecepatan yang memadai.
IInstitusi pendidikan yang akan menyelenggarakan
pembelajaran berbasis internet biasanya menggunakan Web Enhanced
Course , yaitu pemanfaatan internetsebagai penunjang peningkatan kualitas
kegiatan belajar mengajar dikelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama Web
life course, karena kegiatanpembelajaran utama adalah tatap muka dikelas antara
guru dan siswa.
Berdasarkan pemahaman diatas, maka nampaklah bagi kita
bahwa internet pada dasarnya memiliki peranan yangcukup besar dan sangat
penting dalam pengembangan pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh
ketersediaan sarana-prasarana yang mendukung, serta kesiapan pendidikan dan
peserta didik untuk beradaptasi dengan teknologi internet.
Masalahnya adalah mampukah sekolah menyediakan fasilitas
yang dapat menciptakan internetsebagai media pembelajaran ?, siapakah yang
bertanggung jawab agar terwujudnya sekolah berbasis internet tersebut ?
Daftar Pustaka
AdminGunadarma, Pengertian learning,
Ahmad Rizali, Indra Djati Sidi,
Satria Dharma,2009, Dari Guru Konvensional Menuju Guru Profesional,
Jakarta : Grasindo.
Alim Bahri, Manfaat Elearning /
E-Learning - Pembelajaran Online via Internet atau Intranet Services, http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?
Ardy Prasetyo, Pemanfaatan Internet
Sebagai Media Pembelajaran, http://ardyprasetyo.wordpress.com,
Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum,
2003, Inovasi Pembelajaran.




